Minggu, 11 April 2010

SEJARAH PULAU MENGARE
































Ada yang pernah dengar nama Pulau Mengare? 

Ada yang tau juga benteng yang bernamakan Lodewijk? 

jika belum,silahkan baca …. :green:

 

Di wilayah Kec.Bungah Kab.Gresik, Propinsi Jawa Timur, terdapat sebuah tempat yang namanya Pulau Mengare. Letaknya itu ada di sisi sebelah utara Pulau jawa, dan sangat dekat sekali dengan selat Madura. 

Tetapi, Pulau Mengare saat ini bisa dibilang sudah tidak ada lagi…. 

loh, koq bisa? apa terkikis oleh abrasi air laut? atau tanahnya dikeruk habis sama manusia? ” 

jadi begini ceritanya,,,,, 

Awalnya Mengare merupakan sebuah pulau yang terletak di muara Sungai Bengawan Solo lama. Dan karena besarnya beban Endapan yang dibawa oleh sungai tersebut, menyebabkan majunya garis pantai setiap tahun ke arah laut pun cukup cepat, sekitar 10-15 meter per tahun. Akibatnya Mengare yang pada awalnya sebuah pulau kini telah menyatu dengan Pulau Jawa.” 

O…. Jadi begitu ceritanya. Truz, apa yang spesial dari Pulau Mengare itu?” 

Di pulau Mengare ini, tepatnya di Pantai Binting terdapat sebuah Benteng peninggalan bangsa Portugis yang bernama Benteng Lodewijk. 

sebelum menemui situs Bentang Lodewijki, jalur masuk menuju Mengare sendiri sebenarnya hanya berupa sebuah jalur panjang pematang Tambak yang di beri pavingstone. Lebar jalan ini seingat saya kira-kira hanya cukup untuk satu mobil dan satu motor. (coba bayangkan kalau ada dua buah mobil yang berjalan dari arah berlawanan)

mengunjungi tempat berdirinya situs Benteng Lodewijk ini tidaklah mudah. satu-satunya jalan yang saya tahu, yaitu melalui jalur air menggunakan perahu tradisional nelayan setempat.

sepanjang perjalanan menyusuri muara sungai menuju pantai letak Benteng Lodewijk, akan ditemui deretan hutan Bakau hijau nan indah. 

setelah menempuh perjalanan sekitar 15-20 menit, akhirnya sampai juga di Pantai Benteng Lodewijk. 

Di sebelah selatan Benteng mengalir sungai Cemara dan Sisi timur benteng inimembentang selat Madura. 

Menurut catatan sejarah kolonial Inggris, disebutkan bahwa Benteng Lodewijk berdiri di ujung sebuah endapan lumpur yang menjorok kearah selat Madura sejauh 1400 yard dari Pulau Mengare. Dan dari hasil survei, benteng ini mempunyai denah berbentuk persegi panjang. Sejauh ini, baru ditemukan sebuah pintu masuk ke dalam benteng yang posisinya ada di tembok sisi sebelah selatan benteng. Menurut keterangan dari sumber tertulis, hasil survei menunjukkan bahwa Benteng Lodewijk memiliki denah berbentuk empat persegi panjang. Bastion (bangunan pertahanan) yang tersisa hanyalah dua buah, yaitu yang ada si sudut barat laut dan barat daya. sementara Bastion lainnya yang ada di sudut timur laut dan tenggara telah hilang terkena abrasi. 

Namun, pada bagian dalam benteng sendiri sulit dijangkau dan ditelusuri, karena tertutup oleh tumbuhan yang sangat lebat.

Keadaan Benteng Lodewijk yang merupakan situs sejarah ini sangat memperihatinkan. Bentuk fisik dari Benteng sudah tidak utuh lagi, Dindingnya telah mengalami pelapukan akibat abrasi air laut, dinding benteng pun banyak yang roboh dan tinggal puing-puingnya saja. 

jika tidak ada penanganan khusus yang lebih lanjut, Benteng Lodewijk ioni bisa-bisa hanya akan tersisi puing-puingmya saja. sayang sekali jika situs bersejarah Benteng Lodewijk ini dibiarkan hancur tak bersisa. padahal situs benteng Lodewijk ini kan salah satu sumber sejarah yang penting. saya yakin masih banyak yang belum mengetahui keberadaab benteng LOdewijk ini, selain iti, informasi dyang didapat mengenai benteng inipun masi sangat sedikit. Pemerintah daerah khususnya Dinas pariwisata seharusnya memberi perhatian khusus pada situs Benteng Lodewijk ini….  

” Peremajaan Pantai Benteng Lodewijk di Pulau Mengare Sehingga Dapat Menjadi Objek Pariwisata di Kabupaten Gresik?”

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar